Sistem Pembayaran dan Alat Pembayaran

Malam hari ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang pelajaran ekonomi kelas x yaitu Sistem Pembayaran Dan Alat Pembayaran, awal mula saya ingin membuat artikel ini yaitu karena saya mempunyai sebuah rangkuman sistem pembayaran dan alat pembayaran kelas x. Yap daripada rangkuman tersebut tidak terpakai lagi alias nganggur lebih baik saya share di blog ini kan. Ohya artikel ini saya rangkum dari berbagai sumber contohnya: buku ekonomi kelas x karya Alam S, internet, guru, dan lain-lain.

Lihat Juga: Soal dan Pembahasan Ekonomi (Bank, LKBB, dan OJK)

A. Sistem Pembayaran

sitem pembayaran menurut undang-undang No. 23 tahun 1999 adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi

Sistem pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain

4 prinsip kebijakan sistem pembayaran:
  1. keamaan: segala resiko dalam sistem pembayaran harus dapat dikelola dengan baik oleh setiap penyelenggara sistem pembayaran
  2. efisiensi: menekankan bahwa penyelenggaraan sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena mingkatnya skala ekonomi
  3. kesetaraan akses: akses yang mengandung arti bahwa bank indonesia tidak menginginkan adanya praktik monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat pemain lain untuk masuk
  4. perlindungan konsumen: kewajiban seluruh penyelenggara sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen 
Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran: menjaga stabilitas nilai tukar rupiah

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Non Tunai oleh Bank Indonesia

Sistem Pembayaran Non Tunai yaitu sistem pembayaran yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai yang beredar, melainkan menggunakan cek/bilet giro dan alat pembayaran menggunakan kartu.

Transaksi pembayaran non tunai dengan nilai besar diselenggarakan BI melalui sistem BI-RTGS (real time gross settlement) dan sistem kliring.

BI-RTGS berperan sangat penting dalam transaksi pembayaran non tunai.

Bank Indonesia sangat peduli menjaga stabilitasnya yang dikategorikan sebagai systemcally important payment sistem (SIPS) yaitu sistem yang memproses transaksi pembayaran bernilai besar dan mendesak

Peran BI dalam penyelenggaraan Sistem Pembayaran non tunai bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam sistem pembayaran, untuk kesetaraan akses, dan urusan perlindungan konsumen.

Komponen-komponen yang membentuk sistem pembayaran:
  1. alat pembayaran
  2. sistem pembayaran yang memproses berbagai instrumen pembayaran
  3. lembaga yang memproses sistem pembayaran
  4. saluran pembayaran
kebijakan agar tidak terjadi inflasi dan deflasi:
  1. moneter: menaikan suku bunga, sehingga banyak orang yang ingin menabung di bank, itu membuat uang yang beredar menjadi sedikit dan inflasi pun dapat teratasi
  2. fiskal: menaikan pajak
  3. redominasi: menghilangkan 3 angka nol di mata uang
B. Uang


Uang yaitu alat pembayaran yang sah

syarat-syarat benda dijakan uang:
  1. nilai stabil
  2. mudah dibagi 
  3. mudah dibawa
  4. tahan lama
  5. mudah disimpan
  6. diterima umum
Fungsi uang:
  • Asli: alat tukar, dan satuan hitung
  • Turunan: alat pembayaran utang, penimbun kekayaan, alat pembentuk modal, pendorong kegiatan ekonomi, dan alat pemindah kekayaan.
Jenis Uang:
  • Berdasarkan bahan pembuatannya:
  1. uang logam: uang yang terbuat dari bahan logam
  2. uang kertas: uang yang terbuat dari bahan kertas
  • berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya:
  1. uang kartal: mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan bank sentral
  2. uang giral: alat pembayaran berpa cek, bilyet giro, dan sejenisnya. Uang giral hanya dikeluarkan oleh bank umum
  • Berdasarkan nilai: 
  1. uang bernilai penuh (full bodied money): uang yang nilai bahan pembuatannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai yang tertera (nilai nominal)
  2. uang bernilai tidak penuh (token money): uang yang nilai tertera (nilai nominal) lebih daripada nilai bahan pembuatannya (nilai intrinsik)
  • Berdasarkan kawasan atau daerah berlakunya :
  1. uang domestik: uang hanya berlaku disuatu negara tertentu. Diluar negara tersebut mungkin berlaku, dan mungkin juga tidak berlaku.
  2. uang internasional: uang yang berlaku tidak hanya dalam suatu negara saja, tetapi juga berlaku dan diakui di berbagai negara di dunia.
Nilai Uang
  1. nilai intrinsik: nilai uang berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat mata uang tersebut
  2. nilai nominal:  nilai uang yang tertulis atau tertera pada setiap mata uang
  3. Nilai rill: kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang atau jasa
berdasarkan daya belinya nilai rill dibagi menjadi 2 yaitu: 
  1. nilai internail: kemampuan uang untuk membeli barang di dalam suatu negara
  2. nilai eksternal (nilai kurs): kemampuan uang dalam negeri untuk ditukarkan dengan mata uang asing 
C. Alat pembayaran non tunai:
  1. kartu kredit: kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pemilik kartu kredit tersebut membeli barang-barang yang dibutuhkannya secara hutang.
  2. cek: surat perintah yang tidak bersyarat kepada bank tertarik untuk membayar sejumlah uang yang tertulis di lembar cek itu dari dana yang tersedia pada rekening di bank penarik cek .
  3. bilyet giro: surat perintah dari nasabah kepada bank yang menyimpan dana untuk memindah bukukan dana kepada rekening orang lain pada bank yang sama maupun antar bank melalui kliring
  4. nota debet: warkat atau surat yang digunakan untuk menagih nasabah bank lain atau bank lain melalui kliring.
Kelebihan pembayaran non tunai
  1. pembayaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  2. tidak menerima lagi pengembalian dalam bentuk barang kecil.
  3. sangat sesuai untuk pembayaran kecil sekalipun dalam kurun waktu yang sering.
  4. keamanan yang tersistem.
  5. transparan dalam setiap transaksi.
unsur pengaman uang rupiah
  1. unsur pengaman yang terbuka: kebanyakan unsur pengaman adalah yang terbuka dan dapat dilihat dengan mudah oleh masyarakat
  2. unsur pengaman yang tidak terbuka: pendeteksian unsur pengaman yang tidak terbuka hanya dapat dilakukan dengan mesin yang memiliki sensor tingkat kepastian dan kecepatan cukup tinggi untuk mengetahui unsur pengaman tersebut.
hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan unsur pengaman uang kertas
  • semakin besar nominal pecahan, semakin diperlukan unsur pengaman yang lebih baik, kompleks, dan canggih.
  •  unsur pengaman yang dipilih berdasarkan pada hasil penelitian dan pertimbangan perkembangan teknologi
sulitnya uang untuk dipalsukan tidak semata-mata tergantung pada unsur pengaman, tetapi juga dipengaruhi oleh desain gambar, warna, maupun teknik cetak.

yap, mungkin itu saja artikel mengenai rangkuman sistem pembayaran dan alat pembayaran kelas x, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berkomentar di form komentar yang telah disediakan di bawah artikel ini. Terimakasih.
Tag : Ekonomi
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

3 comments

Wew baru tau ane tentang sistem pembayaran, artikelnya lumayan untuk menambah wawasan.

Balas

lumayan nih buat ngembangin wawasan

Balas

Back To Top